Semangat Baru di Al-Iman Muntilan: Liputan Kedatangan Santri Lama pada 11 Juli 2025

Muntilan, Magelang – Setelah masa liburan usai, denyut kehidupan kembali terasa di setiap sudut pesantren. Tepat pada hari Jumat, 11 Juli 2025, kompleks Pesantren Islam Al-Iman Muntilan kembali dihangatkan oleh wajah-wajah yang tak asing lagi. Ini adalah hari di mana para santri lama kita kembali, siap untuk melanjutkan kembali lembaran perjuangan mereka di jalan ilmu.

Momen Berharga di Gerbang Amanah

Sejak pagi, gerbang utama pesantren telah menjadi saksi pemandangan yang sarat makna. Para santri lama, diantar oleh keluarga mereka, tiba dengan membawa tas dan koper, namun yang lebih utama, mereka membawa kembali semangat untuk belajar. Suasana haru tetap terasa, di mana pelukan dan doa dari orang tua menjadi bekal tak ternilai yang mengiringi langkah putra-putri mereka memasuki “rumah kedua” ini.

Momen ini menjadi pengingat akan kepercayaan yang terus menerus diberikan oleh para wali santri kepada kami. Sebuah amanah untuk melanjutkan bimbingan dan pendidikan bagi generasi penerus yang kita cintai bersama.

Ukhuwah yang Kembali Mekar Setelah Lama Tak Bersua

Inilah pemandangan yang paling dirindukan. Begitu kaki melangkah masuk, sapaan hangat dan tawa riang langsung pecah. Para santri yang telah lama tak bersua saling merangkul, bertukar kabar, dan berbagi cerita. Semangat ukhuwah (persaudaraan) yang sempat terpisah oleh jarak kini kembali mekar dengan subur.

Mereka saling bantu mengangkat barang bawaan, berjalan beriringan menuju asrama, dan suasana pun menjadi hidup seketika. Ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun di pesantren inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi para santri dalam menghadapi suka duka menuntut ilmu.

Menata Hati, Melanjutkan Perjuangan

Pimpinan Pesantren Islam Al-Iman Muntilan, dalam sambutan singkatnya di masjid, kembali mengingatkan,

Ahlan wa sahlan, selamat datang kembali di medan juang kalian, anak-anakku. Liburan telah menyegarkan raga, kini saatnya kita kembali menyegarkan ruh dan niat kita. Ingat, setiap langkah di pondok ini adalah ibadah, maka luruskan niat kalian semata-mata untuk mencari ridha Allah.”

Tanpa menunggu lama, para santri langsung bergegas menuju asrama masing-masing. Mereka menata kembali lemari dan tempat tidur, membersihkan lingkungan kamar, dan mempersiapkan diri untuk memulai rutinitas pondok. Ini adalah langkah awal yang menunjukkan kedisiplinan dan kesiapan mereka untuk kembali fokus pada tujuan utama: menuntut ilmu.

Hari yang penuh berkah ini menjadi penanda dimulainya kembali semester baru di Al-Iman. Semoga Allah SWT senantiasa meridai, memberikan kekuatan, dan menjaga keikhlasan para santri kita dalam melanjutkan perjuangan mulia ini. Aamiin.

Scroll to Top