fbpx
Hikmah Ahad “Lelaki dan Odol”

Hikmah Ahad “Lelaki dan Odol”

Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol di penjara.

Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan.

Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul.

Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?

Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA .

Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan.

Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan.

Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari– menjengkelkan hatinya amat sangat.

Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.

Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu.

Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan.

Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik : “YA ALLAH YA TUHANKU, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”. Doa selesai.

Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi.

Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur.

Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.

Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar di kamar selnya.

“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk ke kamarnya.

”Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak … Saya jangan dimasukin ke sini Pak ..”

Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.

“Diam !!”, bentak sang petugas, ”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!”

“Tapi Pak …Sssa ..”

Brrrraaaaakkk !!!!

Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.

Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu.

Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.

Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas.

Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ? Aku yakin ia di sini tadi malam.

“Dia bilang itu buat kamu”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas di pojok ruangan.

Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.

“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.

“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi… biasa salah tangkap”, jawab petugas itu enteng.

”Saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.

Petugas pun ngeloyor pergi.
Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari ke pojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.

Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri.

“Ya .. ALLAH, Ya .. YA TUHAAANNNKU !!” Laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur di pojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata.

Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu.

Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar.

Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

~~~

Jangan pernah malu untuk meminta kepada Allah, walau untuk sesuatu yang sangat sederhana.

Jangan pernah mengabaikan kekuatan doa.

Jangan pernah bosan meminta kepada Allah karena Allah tidak pernah bosan mendengar dan mengabulkan permintaan hambaNya.

(By. Cahyadi K.)

Tentang Rizki

Tentang Rizki

Saudaraku, mari kita sejenak merenungkan ayat-ayat Al- Qur’an yang menceritakan tentang rezeki semoga keyakinan kita (bahwa semua rezeki itu adalah datang dari Allah Ar Razaq) bertambah semakin kuat dan mendalam.
Firman Allah SWT:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Jaminan rezeki dari Allah SWT pada mahkluk-Nya adalah jaminan yang pasti lagi benar untuk menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaran-Nya.

Firman Allah SWT:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

“Dan kepunyaan Allah kepemilikan segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan” (Surat Ali Imran, ayat 109).

Selain dari Allah SWT siapa lagi yang bisa mencukupkan sumber rezeki yang tidak pernah putus-putus untuk menghubungkan siklus kehidupan di alam ini. Bukan satu atau dua hari tetapi ribuan bahkan mungkin jutaan tahun hingga lebih. Hanya Dia saja yang berhak dan layak untuk menurun dan mengeluarkan segala rezeki dari sumber mana yang Dia kehendaki.

Inilah antara makna “ilah” yang terkandung di dalam kalimat syahadat yaitu “la ilah haillallah”. Dalam permasalahan rezeki, kalimat syahadat ini mengajar kita i’tiqad “Tidak ada yang memberi rezeki selain Allah”. Jika seseorang mengakui bahwa ada makhluk yang memberi selain Allah berarti dia telah beri’tiqad dengan i’tiqad yang salah dan berakibat syirik.

Majikan atau tempat kita kerja adalah ibarat tukang pos yang mengirim surat kepada seseorang. Bukannya surat itu darinya sendiri, karena rezeki yang berada ditangannya itu juga datang dari Allah. Bagaimana jika Allah menahan rezeki kepadanya?

Firman Allah SWT:

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ

“Siapakah yang dapat memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki” (Surah Al-Mulk, ayat 21).

Pada waktu pagi kita dianjurkan membaca doa ini:

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ ، لا شَرِيكَ لَكَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ ، وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, pada pagi ini apakah ini nikmat yang ada padaku atau setiap makhluk-Mu, semuanya dari-Mu.Tidak ada sekutu bagi-Mu. Milik-Mu segala pujian dan kepada-Mu terima kasih kami “(Zikir al-Ma’surat. Riwayat Imam an-Nasai dari Abdullah bin Ghannam ra).

Ini membawa pengertian agar akidah tauhid kita diperbaiki sebelum kita memulai aktivitas mencari rezeki di awal-awal pagi. Manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah sehingga tidak mampu membuat sebuah nasi pun di atas bumi ini dan tergantung pada pohon padi dari ciptaan Allah SWT

Allah SWT menjamin rezeki pada semua mahluk tetapi kenapa ada yang mati kelaparan. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah timbul berbagai kerusakan dan bencana di darat dan di laut, karena yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) karena Allah merasakan kepada mereka sebagian dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, agar mereka kembali (insaf dan bertobat) “(Surat ar-Rum, ayat 41).

Kematian dan kelaparan 26 ribu orang di Euthopia bukti sebuah kebinasaan akibat dari pendurhakaan manusia. Bumi dirusak oleh tangan-tangan manusia seperti tubuh yang dirusak oleh obatan kimia yang bernama drugs. Tubuh yang disertakan dengan sistem kekebalan juga hancur akibat dari narkoba yang diambilnya pada setiap hari. Inilah sebabnya Allah menurunkan aturan hidup .

Hal kedua dari ayat awal pada dipahami bahwa rezeki itu juga perlu dicari sebagaimana Allah menyatakan dengan kalimat “makhluk bergerak” bukan hanya menanti yang bulat datang bergolek dan yang pipih datang melayang. Lihatlah rezeki seekor burung yang setiap hari keluar dari sarangnya dan kembali ke sarangnya dengan membawa makanan (rezeki)..

Ini terkecuali dengan tes/ujian dari Allah yang berupa kekurangan makanan dan buah-buahan seperti firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasakan) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar “(QS Al-Baqarah, ayat 155).

Ujian adalah hak Allah sama seperti rezeki. Hikmah dari ujian akan menjadikan suatu ummat itu bertambah kuat bukannya melemah. Ia tergantung bagaimana sikap yang diambil terhadap ujian yang menimpanya. Ibarat anak sekolah yang mau naik kelas harus ada tes/ujian. Jika ujian itu mematikan jiwa dan semangatnya, itu tandanya Allahlah yang mempersempit kehidupannya seperti asma ‘Allah yang bernama “Al Qobidh”.

وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Allah-lah yang menyempit dan yang meluaskan (pemberian rezeki) dan kepada kamu dikembalikan” (Surah al-Baqarah, ayat 245).

Bangsa-bangsa yang terus “bergerak” telah menguasai dunia dibandingkan dengan bangsa yang suka berpeluk tubuh. Mereka menguasai semua bidang keilmuan pada pokok perubahan yang dilakukan pada setiap detik. Rezeki itu kuncinya ilmu karena itulah ia harus bergerak untuk mencarinya.

Firman Allah SWT:

إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (Surat ar-Ra’du, ayat 11).

Semoga bermanfaat… Amini Yaa Rabb

Rezeki gak akan kemana

💝Belajar Konsep Rizki dri Penjual Rujak💝

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.

Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi.

Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah alquran. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.

Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.

Saya mulai risau karena sepi pembeli.

Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma.

Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…

“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan n rujak belum pernah sampai kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya