Jejak Kesultanan Islam di Afrika Timur

Jejak Kesultanan Islam di Afrika Timur

Jejak Kesultanan Islam di Afrika Timur

Periode Islam di Pantai Afrika Timur dimulai pada awal Islam berkembang di Makkah PONPES AL IMAN JAKARTA — Afrika Timur adalah kawasan yang terletak di sebelah timur benua hitam, Afrika. Berdasarkan skema pembagian wilayah menurut PBB, di kawasan itu terbentang sekitar 19 negara. Negara yang berada di kawasan Komunitas Afrika Timur itu, antara lain, Kenya, Tanzania, Uganda, Sudan, Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Rwanda, Sudan Selatan, Komoro, serta Somalia. Sejarah mencatat, ajaran Islam pertama kali menyebar ke Afrika Timur di banding wilayah lainnya di dunia. “Periode Islam di Pantai Afrika Timur dimulai pada awal Islam berkembang di Makkah,” ujar Zahrah Awalah MA, alumnus School of Oriental and African Studies (SOAS) di London, dalam tulisannya tentang sejarah penyebaran Islam di kawasan Pantai Afrika Timur. Ya, 15 sahabat Nabi Muhammad SAW memang sempat berhijrah ke Ethopia, yang dulu bernama Habasyah. Saat itu, bulan Rajab tahun ketujuh Sebelum Hijrah /615 M, di tengah kegelapan malam yang mencekam, 11 pria dan empat wanita sahabat Rasulullah SAW mengendap-endap meninggalkan Makkah. Para sahabat itu diminta untuk meninggalkan Makkah menuju Habasyah atau Abessinia, sebuah kerajaan di daratan Afrika Timur yang dipimpin Raja Najasyi. Inilah proses hijrah pertama yang dilakukan kaum Muslim, sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Di antara sahabat yang hijrah ke Ethiopia itu, antara lain, Usman bin Affan beserta istrinya, Ruqaiyah. Perjalanan pertama para sahabat ke negeri Ethiopia itu dipimpin Usman bin Mazun. Penguasa Quraisy sempat mengirimkan utusannya agar Raja Najasyi mengusir umat Islam yang hijrah itu. Namun, permintaan itu justru ditolak, setelah sang raja mendengar sahabat membaca surah Maryam. Ketika Najasyi wafat, Nabi Muhammad menggelar shalat gaib di Madinah untuk sang raja. “Itu berarti dia telah masuk Islam bersama rakyatnya,” papar Zahrah. Penyebaran Islam di kawasan Afrika Timur semakin meluas ketika Khalifah Umayyah, Abdullah bin Marwan, mengirimkan utusan ke wilayah Afrika Timur pada 696 M. Hal itu menandakan sudah terjalinnya hubungan di bidang perdagangan dan pendidikan antara kawasan Afrika Timur dan dunia Islam. Sejarawan Muslim al-Mas’udi mengungkapkan, para peda- gang dari Arab, Persia, dan Cina telah berniaga di kawasan Pantai Afrika Timur pada abad ke-10 M. Pakar Geografi Muslim al-Idrisi juga mencatat pada 1154 sudah terjalin perdagangan antara Zanzibar dan Oman. Sejak kedatangan dan menyebarnya agama Islam di Pantai Afrika Timur bermunculan Kesultanan Islam. Penjelajah Muslim Ibnu Batutta, pada abad ke-14, mengunjungi sejumlah kesultanan yang ada di kawasan itu. Salah satunya adalah Kesultanan Kilwa. Ibnu Batuta mencatat Kesultanan Kilwa sebagai kerajaan Islam terpandang di kawasan Afrika Timur. Di kota Kilwa terdapat banyak orang terpelajar dan ulama yang menganut mazhab fikih Syafi’i. Pada zaman itu, Kilwa menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai. Di wilayah Sudan pun berdiri sebuah kerajaan Islam bernama Kesultanan Sennar. Kesultanan Islam Sennar berkuasa dari 1504-1820 M. Pada era itu, kesultanan tersebut telah menerapkan hukum Islam. Di Kenya juga berdiri Kesultanan Wituland. Sejarah juga mencatat, ada tiga kesultanan besar di Komoro, yaitu Kesultanan Ndzuwani (Anjouan), Kesatuan Kesultanan Ngazidja atau Grande Comore (terdiri dari 11 kesultanan), dan Kesultanan Mwali (Moheli). Selain itu, masih ada pula Kesultanan Pate, Mudaito, dan Othanusi.

sumber : Republika.co.id