fbpx
Dahsyatnya 2 kalimat Syahadat

Dahsyatnya 2 kalimat Syahadat

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, hampir sebagian besar sahabat Nabi mengalami siksaan yang amat pedih. Salah satunya adalah budak berkulit hitam yang bernama Zunairah, dialah budak Abu Jahal.
Meskipun sebagai budak, Zunairah mampu mengimani apa yang didakwahkan Rasulullah SAW. Namun karena masih berstatus budak, dirinya diam-diam melakukan ibadah seolah tidak ingin diketahui oleh majikannya yang teramat menentang dakwah Rasulullah SAW.

Akhirnya, pada suatu hari, Abu Jahal mengetahui perihal keimanan Zunairah. Abu Jahal marah sekali,
”Aku baru saja mendengar kabar bahwa kamu baru masuk Islam?” kata Abu Jahal sambil menampar pipi budaknya itu. ”Memang benar, mulai saat ini aku percaya pada seruan Nabi Muhammad SAW, karena itu aku mengikutinya,” jawab Zunairah dengan tenang.

Jawaban yang jelas dan tegas itu telah membuat Abu Jahal semakin marah. Tangannya langsung menuju muka Zunairah, bahkan kakinya juga ikut menendang, sehingga budak itu jatuh tersungkur di tanah. Meskipun disiksa sedemikan itu, namun iman Zunairah tetap tegar.

Setelah lelah menyiksa budaknya, Abu Jahal kemudian membawa budaknya ke tanah lapang. Abu Jahal kemudian menghajar Zunairah lagi, padahal Zunairah sudah buta karena terkena pukulan keras sebelumnya. Melihat keadaan yang demikian itu, Abu Jahal tertawa keras dan mengejek.
”Matamu menjadi buta itu karena akibat kau masuk islam,” ejek Abu Jahal.
Betap sakitnya hati Zunairah mendengar olok-olokan yang dilontarkan oleh Abu Jahal itu. Meskipun demikian, Zunairah tidak ingin kembali ke agamanya yang dahulu. Ia tetap yakin bahwa hanya Allah SWT saja yang berhak disembah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.
”Kalian semua pembohong dan tak bermoral. lata dan uzza yang kalian sembah itu tidak akan bisa berbuat apa-apa, apalagi memberi manfaat kepada kalian,” ujar Zunairah.

Mendapat jawaban yang demikian itu, tentu saja Abu Jahal semakin merah padam.
”Wahai Zunairah, ingatlah kepada lata dan uzza. Itu adalah berhala sembahan kita sejak nenek moyang. Tak takutkah jika mereka nanti murka kepadamu? Tinggalkanlah segera agama Muhammad yang melecehkan kita,” ajak Abu Jahal sambil menarik rambut Zunairah.
Zunairah tetap saja pada keyakinannya meskipun sudah menderita lahir dan batin, dia tetap tidak mau dengan ajakan Abu Jahal dan teman-temannya.
”Wahai Abu Jahal, sebenarnya lata dan uzza itu buta. Lebih buta daripada mataku yang buta ini. Meskipun mataku buta, Allah tidak akan sulit mengembalikannya menjadi terang, tidak seperti tuhanmu lata dan uzza itu,” jelas Zunairah.

Karena hari sudah menjelang malam, siksaan terhadap Zunairah untuk sementara dihentikan. Zunairah diperintahkan pulang ke rumah Abu Jahal. Tak lama kemudian, Zunairah membaca syahadat. Sungguh ajaib, setelah membaca syahadat, tiba-tiba saja mata Zunairah kembali dapat melihat dan semua bekas siksaan yang ada di tubuhnya hilang.
Menjelang pagi hari, Abu Jahal ingin menyiksa lagi Zunairah.
”Hai Zunairah, cepatlah kemari,” seru Abu Jahal.

Begitu melihat wajah Zunairah bersih, memar-memar bekas pukulan juga hilang, apalagi ditambah kedua mata Zunairah telah sembuh, hal itu membuat Abu Jahal semakin sakit hati.
”Kamu apakan wajahmu, padahal matamu kemarin buta dan bedarah, tapi sekarang kok bisa sembuh. Aku yakin ini pasti ulah sihir Muhammad karena dia pandai main sihir,” ujar Abu Jahal.
”Tuan jangan salah paham. Ini semua berkat kekuasaan Allah SWT. Hanya Dialah yang bisa membuat manusia sehat, hidup, mati dan masih banyak lagi. Sedangkan Muhammad itu hanya manusia biasa, dia cumaa utusan Allah SWT,” jawab Zunairah.

Setelah itu, Abu Jahal segera saja menarik tubuh Zunairah ke lapangan. Siksaan pun dilakukannya.
Untungnya, ada Abu Bakar yang lewat dan datang mendekatinya. Tak lama kemudian, Abu Bakar menebus Zunairah, dan akhirnya dia bebas tidak menjadi budak lagi.